Senin, 07 April 2014

kamu iya kamu

memang saya labil dan tidak cerdas secara emosi. kadang kala dia memanggil saya dengan sebutan "ADE" panggilan itu semakin membuat saya sesak dan lelah untuk berharap. dia selalu membuat saya nyaman dan dia selalu ingin bertemu saya tapi kenyataan nya dia selalu menggantungkan perasaan saya segingga saya merasa lelah

saya benci di abaikan, lalu kenapa saya tetap bertahan saat saya perhatian dan dia tidak? kenapa saya bertahan saat saya merasa kangen tapi dia tidak? kenapa saya bertahan di anggap "patung"? kenapa saya bertahan di abaikan? bahkan semua wanita normal pun tidak ingin mengalami hal seperti itu, tapi kenapa saya bertahan?

kamu memang telah membanjak otak saya. di setiap selnya berisi KAMU. saya sering menulis tentang kamu, memikirkan kamu dan merindukan mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar